Alumni Arkeologi FIB Unhas Melaksanakan Casting Workshop Teknik Pembuatan Artefak

Bertempat di Taman Prasejarah Leang-Leang Kabupaten Maros, alumni arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin yang tergabung dalam Pusat Kajian Arkeologi untuk Masyarakat (PKAum) bekerjasama dengan Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI) Sulampapua, melaksanakan kegiatan Casting Workhsop Teknik Pembuatan Reflika Artefak Batu untuk Merchandise. Kegiatan ini dilaksanakan pada 21 Agustus 2020 bekerjasama dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Sulawesi Selatan dan Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan.

Koordinator kegiatan yaitu Abdullah, S.S., M.Hum yang merupakan alumni Arkeologi FIB Unhas angkatan 2002 yang juga merupakan Pamong Budaya di Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Sulawesi Selatan, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan masyarakat sekitar situs gua prasejarah Maros Pangkep, agar mereka memiliki keterampilan yang dapat diintegrasikan dengan pengelolaan gua-gua prasejarah sebagai destinasi pariwisata minat khusus. Hal ini juga merupakan bagian dari komitmen Ikatan Alumni Arkeologi FIB Unhas untuk senantiasa mendukung kebijakan Departemen Arkeologi dalam pelestarian situs-situs arkeologi, terlebih gua-gua prasejarah di kawasan karst Maros Pangkep ini juga masuk dalam kawasan Geopark Maros Pangkep.

Peserta Casting Workshop Teknik Pembuatan Reflika Artefak Batu untuk Merchandise

Workshop ini difasilitasi oleh Ratno Sardi, S.S yang merupakan alumni arkeologi FIB Unhas angkatan 2003 yang saat ini berkarir sebagai peneliti di Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan. Dalam kegiatan ini Fasilitator menjelaskan proses pembuatan casting artefak batu yang ditujukan untuk membuat merhandise yang punya nilai jual, sehingga wisatawan yang berkunjung ke Taman Prasejarah Leang-Leang dapat membelinya sebagai cinderamata khas. Artefak yang dipilih untuk dicasting yaitu alat serpih dan Maros poin, atau mata panah bergerigi yang merupakan artefak khas dari situs-situs gua prasejarah Maros Pangkep. Berdasarkan penelitian tahun 2018, dari hasil pertanggalan yang dilakukan di Leang Jarie, artefak Maros Poin ini sudah ada sejak 8000 tahun yang lalu.

Peserta Workshop sementara praktek pembuatan Casting

Kegiatan ini diikuti oleh peserta yang terdiri dari juru pelihara situs dan anggota komunitas Forum Pemuda Sampeang, yang antusian mengikuti workshop ini dari pagi sampai sore hari. Bahan dan peralatan dipersiapkan oleh Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia dan Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan, serta didukung oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Sulawesi Selatan yang menyiapkan sarana dan prasarana workshop.

Kabar Lainnya

Arkeologi Unhas dan USM Malaysia membahas “Besse”

Makassar_Jumat 03 Desember 2021, Departemen Arkeologi Universitas Hasanuddin bekerjasama dengan Centre for Global Archaeological Research University Sains Malaysia mengadakan webinar internasional yang

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.