Arkeologi Unhas dan USM Malaysia membahas “Besse”

Makassar_Jumat 03 Desember 2021, Departemen Arkeologi Universitas Hasanuddin bekerjasama dengan Centre for Global Archaeological Research University Sains Malaysia mengadakan webinar internasional yang bertajuk “Besse’: A Hunter-Ghaterer Toalean Woman from Wallacea”. Kegiatan ini dibuka oleh Rektor UNHAS yang diwakili oleh Wakil Rektor 2 bidang Perencanaan, Keuangan, dan Infrastruktur, Prof. Ir. Sumbangan Baja, M.Phil, PhD. Kegiatan tersebut berlansung secara luring melalui platform Zoom. 

Webinar tersebut membahas penemuan kerangka manusia purba modern (homo sapiens) yang diperkirakan berusia 7.200 tahun. Rangka yang kemudian lebih dikenal dengan nama Besse’ ditemukan melalui ekskavasi arkeologis pada sebuah situs di Desa Wanuawaru, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Pemateri pertama, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unhas, Prof. Dr. Akin Duli, M.A yang juga merupakan ketua tim peneliti, membahas proses penemuan dan penelitian temuan kerangka manusia “besse”. Pembahasan lalu dilanjutkan oleh Prof. Adam Brumm dari Australian Research For Human Evolusion, Griffith University Australia. Materi selanjutnya disampaiakan oleh Dr. Hasanuddin dari Balai Arkeologi Sulawesi Selatan terkait potensi penelitian prasejarah di Sulawesi Selatan. Webinar ini di moderatorori oleh Prof. Dr. Stephen Chia dari Global Archaeological Research University Sains Malaysia.

Rekaman lengkap dari webinar tersebut dapat disaksikan pada video di bawah ini atau dengan berkunjung langsung ke channel Youtube Departemen Arkeologi Unhas.

Kabar Lainnya

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.