Program Studi Sarjana Arkeologi

Dari Ibu Kaprodi...

Dr. Rosmawati, S.S., M.Si.

Departemen Arkeologi merupakan salah satu departemen di lingkup Fakultas Ilmu Budaya Unhas. Beroperasi sebagai program studi sejak tahun 1980, departemen ini menempatkan Universitas Hasanuddin sebagai universitas keempat di Indonesia yang menyelenggarakan pendidikan kearkeologian. Digerakkan oleh tenaga pengajar profesional dan berpengalaman, Departemen Arkeologi FIB Unhas telah melahirkan ratusan arkeolog yang berkarya di berbagai instansi kebudayaan di Indonesia.

Spesifikasi Program

Institusi Penyelenggara

Universitas Hasanuddin

Tanggal dan Nomor SK Pendirian

Surat Keputusan Direktorat Pendidikan Tinggi (DIKTI) Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (DEPDIKBUD), tanggal 3 Maret 1998, Nomor: 67/DIKTI/KEP/1998.

Akreditasi

Terakreditasi “A” BAN PT (385/SK/BAN-PT/Ak-PPJ/S/I/2022), berlaku sejak 30 September 2021 sampai 30 September 2026.

Predikat “More than Adequate” AUN-QA, berlaku sejak 12 Mei 2019 sampai 11 Mei 2024.

Institusi Pelaksana

Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya

Nama Program

Program Studi Sarjana Arkeologi

Gelar Lulusan

Sarjana Sastra (S.S.)

Syarat Penerimaan

– Lulusan Sekolah Menengah Atas (atau sederajat)
– Lulus seleksi masuk perguruan tinggi (SNMPTN, SBMPTN, atau Tes Lokal Unhas)

Persyaratan Khusus

Berbadan sehat dan mampu menjalani aktivitas di alam terbuka.

Model Belajar

Kelas Reguler Penuh Waktu (Full-time)

Profil Lulusan

Profil Lulusan Prodi Sarjana Arkeologi FIB Unhas ialah proyeksi peran yang dapat dilakukan oleh lulusan setelah menyelesaikan studinya. Perumusan profil lulusan tersebut dilakukan berdasarkan hasil studi penelusuran alumni (tracer study) dan perkembangan kebutuhan industri khususnya di bidang arkeologi dan kebudayaan pada umumnya. Berdasarkan hasil studi penelusuran alumni, dalam rentang waktu lima tahun terakhir, alumni Prodi Sarjana Arkeologi Unhas pada umumnya bekerja di instansi yang bergerak di bidang penelitian, pelestarian cagar budaya, dan permuseuman.

Lebih lanjut, terdapat tiga perkembangan penting dalam dunia arkeologi Indonesia dalam 10 tahun terakhir yang memberikan gambaran tentang kebutuhan pemerintah, industri, serta kebutuhan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang arkeologi dan ilmu pengetahuan budaya. Pertama, kebutuhan akan tenaga asisten peneliti mengalami peningkatan dalam sepuluh tahun terakhir karena meningkatnya jumlah penelitian di berbagai instansi penelitian arkeologis di Indonesia. Kedua, pengesahan UU No. 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya mendorong peningkatan kebutuhan akan arkeolog yang mampu berperan sebagai ahli cagar budaya untuk ditempatkan di setiap kabupaten dan provinsi di Indonesia. Ketiga, peningkatan jumlah situs cagar budaya menyebabkan tingginya kebutuhan tenaga arkeolog yang berkompeten di bidang pelestarian cagar budaya dan kuratorium arkeologi.

Asisten Peneliti

Lulusan yang mampu membantu arkeolog peneliti dalam pelaksanaan penelitian arkeologi dasar dan terapan dengan bertanggung jawab dalam pengumpulan, analisis, penafsiran data arkeologis dan publikasi pengetahuan arkeologis dalam bentuk ilmiah dan populer.

Pelestari Cagar Budaya

Lulusan yang mampu mengelola dan melaksanakan tugas-tugas yang berhubungan dengan perlindungan, pengelolaan, dan pemanfaatan sumber daya budaya.

Kurator Arkeologis

Lulusan yang mampu mengelola, menilai, dan menafsirkan tinggalan arkeologis serta mendesain kegiatan pameran untuk museum dan galeri budaya.

Capaian Pembelajaran

Capaian Pembelajaran Lulusan merupakan internalisasi dan akumulasi ranah afeksi, kognitif, dan psikomotorik yang dicapai melalui proses pendidikan yang terstruktur dan mencakup suatu bidang ilmu/keahlian tertentu atau melalui pengalaman kerja. CPL Prodi Sarjana Arkeologi Unhas difokuskan untuk mengasah empat domain pembelajaran mahasiswa, yaitu: sikap, keterampilan umum, keterampilan khusus, dan pengetahuan sebagaimana diatur dalam SN Dikti.

  • Sikap

    (1) Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, nasionalis, bertanggung jawab secara moral dan etis, memiliki kepercayaan diri, kemandirian, dan etos kewirausahaan serta memiliki kesadaran untuk terus meningkatkan kapasitas diri (belajar sepanjang hayat). (2) Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan, serta pendapat atau temuan orisinal orang lain.

  • Keterampilan Umum

    (1) Menunjukkan kemampuan berpikir logis dan kritis serta mampu menyajikannya secara lisan dan tertulis dalam bentuk laporan dan artikel ilmiah, artikel populer, dan bentuk publikasi lain secara informatif dengan menggunakan teknologi informasi. (2) Mampu bekerja secara mandiri maupun dalam tim, dan bertanggung jawab atas pencapaian kinerja tim. (3) Mampu menerapkan etika akademik dan profesi dalam melaksanakan pekerjaannya.

  • Keterampilan Khusus

    (1) Memahami dan mampu menerapkan metode penelitian lapangan arkeologis, meliputi: identifikasi, survei, pemetaan, dokumentasi, ekskavasi, dan pemetikan sampel. (2) Mampu menganalisis dan menafsirkan data arkeologi dengan menerapkan teknik-teknik laboratoris dan memanfaatkan teknologi untuk menjawab permasalahan arkeologis. (3) Mampu melakukan identifikasi nilai penting sumber daya arkeologi dan merancang desain pelestarian dan pengelolaan sumber daya budaya. (4) Mampu melaksanakan kajian koleksi dan mendesain pameran di museum dan galeri budaya.

  • Pengetahuan

    (1) Memiliki pemahaman yang mendalam tentang konsep-konsep dasar dalam bidang arkeologi dan ilmu budaya. (2) Menguasai pengetahuan tentang kerangka umum sejarah-budaya Indonesia beserta tinggalan materialnya dan menempatkannya dalam konteks regional dan global. (3) Memiliki pemahaman mendalam tentang konsep-konsep dasar dalam bidang manajemen sumber daya budaya, permuseuman, dan produk hukum yang berkaitan dengan bidang-bidang tersebut.

Kurikulum MBKM 2021

Prodi Sarjana Arkeologi Unhas memfasilitasi implementasi MBKM dengan mengakomodasi bentuk-bentuk aktivitas pembelajaran dalam kurikulum. Kebijakan MBKM merupakan kebijakan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan RI yang bertujuan mendorong mahasiswa menguasai berbagai bidang keilmuan yang berguna untuk memasuki dunia kerja. Kebijakan tersebut selaras dengan Permendikbud No. 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti). Pada tingkat kurikulum, Kebijakan MBKM memperkenalkan program “hak belajar tiga semester di luar program studi”. Tiga semester yang dimaksudkan berupa kesempatan mengambil mata kuliah di luar program studi selama satu (1) semester dan kesempatan melaksanakan aktivitas pembelajaran di luar perguruan tinggi selama dua (2) semester. Adapun aktivitas pembelajaran di luar perguruan tinggi selama dua (2) semester, yaitu: magang/praktik kerja, asistensi mengajar di satuan pendidikan, penelitian/riset, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha, studi/proyek independen, membangun desa/KKN Tematik.

Kurikulum  dijadwalkan untuk delapan (8) semester dan dapat dituntaskan sekurang-kurangnya enam (6) semester dan selama-lamanya 14 semester setelah mengumpulkan 144 SKS. Jumlah mata kuliah yang ditawarkan ialah sebanyak 61 mata kuliah dengan total SKS yang ditawarkan sebanyak 154 SKS. Jumlah mata kuliah tersebut terdiri atas 49 mata kuliah wajib (128 SKS) dan 13 mata kuliah pilihan (26 SKS).

  • Bahasa Inggris
  • Wawasan IPTEKS
  • Bahasa Indonesia
  • Dasar-dasar Filsafat Ilmu Sosial dan Budaya
  • Sejarah dan Kebudayaan Indonesia
  • Teknik Presentasi dan Penulisan Ilmiah
  • Ekstrakurikuler (PKM)
  • Pengantar Arkeologi

  • Wawasan Sosial Budaya Maritim
  • Pancasila
  • Kewarganegaraan
  • Pendidikan Agama
  • Pengantar
  • Antropologi
  • Bahasa Inggris Terpadu
  • Arkeologi Prasejarah
  • Arkeologi Pengaruh Hindu-Budha
  • Survei dan Perekaman Data Arkeologi

  • Sejarah-Budaya Sulawesi
  • Pengantar Teori Arkeologi
  • Pengelolaan Sumber Daya Arkeologi
  • Bioarkeologi
  • Prasejarah Sulawesi
  • Arkeologi Islam
  • Museologi
  • Analisis Data Arkeologi

  • Arkeologi Arsitektur
  • Etika Profesi Arkeologi
  • Arkeologi Zaman Kolonial
  • Keramologi
  • Arkeologi Publik
  • Etnoarkeologi
  • Penafsiran Data Arkeologi
  • Seni Gambar Prasejarah

  • Zooarkeologi
  • Ilustrasi dan Fotografi Arkeologis
  • Arkeologi Maritim
  • Geoarkeologi
  • Kajian Pelestarian Cagar Budaya
  • Ekskavasi Arkeologis
  • Arkeologi dan Sumber Sejarah (P)
  • Filologi dan Paleografi Sulawesi (P)
  • Semiotika Arkeologis (P)
  • Arkeometri (P)

  • Desain Penelitian Arkeologi
  • Arkeologi Digital
  • Tata Pamer Museum
  • Konservasi Arkeologis
  • Arkeologi Bawah Air
  • Aspek Hukum dalam Arkeologi
  • Teknoarkeologi (P)
  • Arkeologi Geospasial (P)
  • Arkeologi Perkotaan (P)
  • Arkeologi Sosial (P)

  • Kuliah Kerja Nyata
  • Arkeologi dan Pariwisata
  • Mitigasi Cagar Budaya
  • Arkeologi Konflik (P)
  • Kewirausahaan Sumber Daya Arkeologi (P)
  • Media Sosial dan Arkeologi (P)
  • Kajian Kebudayaan Material Modern (P)
  • Teknologi Maritim Historis (P)

  • Skripsi

Dosen Prodi S1

Proses pembelajaran dikelola oleh tenaga arkeolog akademisi profesional. Distribusi usia yang merata menjamin terbentuknya dinamika belajar yang kondusif untuk mengasah pengetahuan dan keterampilan. 

Dosen pengampu mata kuliah berjumlah sebanyak 20 orang yang terdiri atas 17 Dosen Tetap dan 3 orang Dosen Luar Biasa. Dosen Tetap merupakan dosen tetap yang bekerja penuh waktu di Universitas Hasanuddin. Dua belas orang Dosen Tetap berasal dari Departemen Arkeologi, dan sisanya berasal dari sejumlah departemen di beberapa fakultas yang ada di Universitas Hasanuddin. Adapun Dosen Luar Biasa merupakan tenaga pendidik yang direkrut dari lembaga penelitian eksternal untuk mengampu sejumlah mata kuliah di Prodi Sarjana Arkeologi Unhas.