Tenaga Pendidik

Anwar Thosibo

Arkeologi Sejarah

Iwan Sumantri

Arkeologi Prasejarah

Akin Duli

Arkeologi Prasejarah

Khadijah Thahir Muda

Konservasi Arkeologi

Erni Erawati

Arkeologi Klasik

Hasanuddin

Arkeologi Prasejarah

Rosmawati

Arkeologi Islam

Muhammad Nur

Arkeologi Prasejarah

Supriadi

CRM

Yadi Mulyadi

Arkeologi Islam

Yusriana

CRM

Nur Ihsan D

Arkeologi Konflik

H. Jamaluddin

Geoteknik

Bahar A. Teng

Sejarah Peradaban Islam

Fredryk Mandey

Kimia Organik

Muhlis Hadrawi

Filologi

A. Muh. Akhmar

Sastra dan Filologi

Ilham Alimuddin

Sistem Informasi Geografis

Tenaga Kependidikan

Syarifuddin

Kepala Sekretariat

Lukman Hakim

Laboran

Satria Karsa

TI

Fasilitas Pendukung

  • Laboratorium
  • Kampus Utama
  • Mandala Majapahit

Kegiatan lapangan dan kegiatan penelitian didukung oleh beberapa laboratorium baik yang dikelola secara independen oleh Departemen Arkeologi atau oleh departemen lainnya di Unhas. Selain laboratorium arkeologi, kegiatan penelitian mahahasiswa dan staf akademik juga memanfaatkan laboratorium lain di Fakultas Teknik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Beberapa kegiatan kuliah lapangan diadakan di Kampus Geologi Lapangan (mis. mata kuliah Metode Prasejarah dan Arkeologi) dan Stasiun Kelautan Barrang Lompo (mata kuliah Arkeologi Bawah Air).

Departemen Arkeologi melaksanakan kegiatan utama di Kampus Unhas Tamalanrea, salah satu dari tiga kampus Unhas. Saat ini, Departemen Arkeologi memiliki fasilitas pendidikan dan penelitian yang memadai. Kegiatan akademik dan penelitian di Departemen Arkeologi terdiri dari ruang dosen, ruang pertemuan, ruang baca, dan ruang kelas.

Untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, Departemen Arkeologi mengelola dua ruang kelas yang dilengkapi dengan AC, papan tulis dan proyektor LCD. Jumlah kelas ini cukup untuk menampung 20 mata kuliah yang berjalan setiap semester.

Mandala Majapahit adalah sebuah ruang belajar dan pembelajaran yang menyimpan koleksi artefak dan literatur yang berhubungan dengan Kerajaan Majapahit. Di dalamnya, pengunjung bisa memperoleh informasi tentang Majapahit baik dalam bentuk artefak, buku, majalah, dan media audio-visual lainnya. Melalui Mandala Majapahit, terbetik harapan agar warisan Majapahit tetap lestari dan dikenal oleh berbagai kalangan, khususnya generasi muda Indonesia.